Game Bagus yang Mengawali Franchise Besar

Game Bagus yang Mengawali Franchise Besar, Telah Pernah Main Semua? Fakta Aneh Dari Assassins Creed

Di masa lampau, industri video game bergerak secara cepat di mana banyak game berkualitas di-launching dengan berbagai game bagis dari Franchise Besar.

Yang mana banyak salah satunya adalah awalnya dari franchise yang sekarang dimainkan oleh beberapa gamer.

Game Bagus yang Mengawali Franchise Besar

Di kesempatan ini, Kami akan mengulas 7 game besar yang mengawali franchise besar. Tanpa perlu lama-lama kembali, berikut penjelasannya!

  1. Red Dead Revolver

Rockstar melaunching Red Dead Revolver di tahun 2004 untuk PS2. Sayang, game yang ini selalu ada di bawah bayangan dua sekuelnya yakni Red Dead Redemption 1 dan 2.

Baca Juga: Feature Rumah Pintar Tercanggih

Tetapi itu bisa dipahami, ingat Red Dead Revolver di-launching untuk konsol sejuta umat – PS2, dan kemungkinan ‘tertimbun’ oleh bermacam game fenomenal yang lain saat dirilis. Bila kamu masih mempunyai PS2, tidak boleh ragu-ragu untuk coba game mengagumkan ini.

  1. Fallout

Walau tidak seperti game Fallout kekinian yang dikenali sekarang ini, game pertama Fallout tetap jadi salah satunya game classic dengan pangkalan penggemar yang luar biasa. Fallout angkatan pertama ditingkatkan dan diedarkan oleh Interplay di tahun 1997.

Secara ide, Fallout ‘1′ lebih serupa dengan game RPG tradisionil, dengan sudut pandang camera isometric top-down dan pertarungan berbasiskan giliran. Ini terang jadi salah satunya game usang yang harus kamu coba, lepas dari visual dan proses gameplay-nya yang lain dengan beberapa seri barunya.

  1. Halo: Combat Evolved

Halo: Combat Evolved di-launching untuk Xbox di tahun 2001 dan langsung memberi keberhasilan untuk Microsoft untuk konsol terbarunya. Combat Evoled sukses tampil mencolok di pasar yang saat itu dipenuhi oleh game FPS.

Selama ini, Halo sudah mempunyai lima sekuel dan seri terbaru yakni Halo Infinite, akan di-launching di tahun 2020 mencatatng. Keberhasilan Halo munculkan beberapa game spin-off seperti Halo: Spartan. Plus, Halo sudah diverifikasi akan memperoleh penyesuaian film dan seri TV-nya sendiri.

  1. Final Fantasy

Saat di-launching di tahun 1987 untuk NES, Final Fantasy mempunyai visi agar jenis RPG – yang saat itu tidak demikian disukai – dapat lebih dicintai oleh gamer umum. Untuk ukuran game NES, visual yang didatangkan Final Fantasy saat itu, telah terhitung yang luar biasa.

Soundtrack yang digotong memorable di kepala mereka yang memainkannya. Banyak yang memandang jika Final Fantasy pertama adalah seri yang paling susah, dengan pemain harus betul-betul cermat dan waspada saat memutuskan di pertarungan.

  1. Batman: Arkham Asylum

Sama dengan Red Dead Revolver, Batman: Arkham Asylum selalu ditaklukkan oleh sekuel-sekuelnya yang lebih terkenal. Walau sebenarnya, saat di-launching di tahun 2009, Arkham Asylum tawarkan proses pertarungan tangan kosong paling memberikan kepuasan sejauh riwayat video game.

Salah satu hal yang kurang dari Arkham Asylum ialah kebebasan untuk bergerak di dunianya. Pergi dari permasalahan itu, bermacam game Batman seterusnya pada akhirnya dibikin sebagai game open-world dengan dunia yang luas untuk dijelajahi.

  1. The Sims

mpresi awalnya beberapa orang saat mengenali The Sims adalah game replikasi kehidupan ialah ‘game ini nampak tidak membahagiakan’. Tetapi saat di-launching, The Sims secara mengagetkan membuat suka banyak orang.

Sejak dari sana, The Sims pada akhirnya tumbuh jadi franchise yang besar. Sekuel-sekuelnya memperoleh semakin banyak content dan polesan khususnya disamping visual. Salah satu keluh kesah dari franchise The Sims selama ini ialah pengembangan atau content tambahannya, yang dipasarkan terpisah.

  1. The Legend Of Zelda

The Legend Of Zelda pertama tiba dengan hal baru yang sedikit gamer peroleh saat itu, yakni kebebasan. Dalam game The Legend Of Zelda pastinya para pemain di ajak untuk menelusuri dunia bukannya cuman terjerat di satu tempat seperti Pac-Man, atau di satu tingkat seperti Super Mario Bros.

Sekuelnya bahkan juga semakin lebih mengagumkan dengan memutuskan standard baru untuk jenis action-adventure yang digotongnya. Seri terbaru yakni Breath Of Wild, memperoleh banyak sanjungan dan dipandang seperti game Zelda terbaik di zaman modern.

Demikianlah pembahasan menarik berkenaan jejeran game mengagumkan yang mengawali sebuah franchise terkenal. Dari beberapa game di atas, mana saja yang telah kamu permainkan?

Fakta Aneh dan Tidak Tersangka dari Franchise Assassins Creed, Telah Tahu?

Seri terbaru diprediksi akan di-launching tahun depannya

Sesudah sempat alami pengurangan semenjak Unity, Assassin’s Creed mulai lebih baik saat Origins dan Odyssey di-launching dalam 3 tahun terakhir.

Sebagai Game Bagus dari Franchise Besar dengan semesta yang luas, AC mempunyai banyak bukti menarik, aneh dan tidak tersangka yang menyebar di tiap serinya. Sambil menanti seri AC terkini yang diprediksikan akan di-launching tahun depannya, sebaiknya untuk memerhatikan bukti-bukti Assassin’s Creed berikut ini.

  1. Nyaris jadi game Prince Of Persia

Saat ide untuk Assassin’s Creed pertama kalinya disodorkan, itu mempunyai judul Prince Of Persia: Assassin’s. Tetapi, sebab waktu itu watak yang dapat dimainkan dijumpai bukan pangeran, banyak pejabat yang tidak sepakat dan minta supaya judul dan ceritanya ditukar, tetapi idenya masih dipertahankan.

Saat itu, Prince Of Persia masih dibuatkan gamenya, tetapi tidak sesukses AC.

  1. Unity jadi seri dengan patch paling besar

Sesaat Origins dan Odyssey jadi awalnya dari kebangunan franchise AC, Unity jadi ‘bencana’ yang menghajar AC saat di-launching di tahun 2014. Saat itu, Unity dipenuhi oleh bug dan glitches hingga mau tidak mau, Ubisoft harus melaunching patch untuk membenahinya.

Ubisoft pada akhirnya melaunching patch pembaruan sejumlah 40GB untuk Unity, yang dijumpai sebagai patch paling besar sejauh riwayat video game. Patch itu dapat sebesar itu sebab keperluan untuk memasang ulangi game secara kesemuaan.

  1. Origins dipakai untuk maksud edukasi di museum

Riwayat adalah salah satunya faktor paling penting dari franchise AC, yang dikerjakan dengan prima oleh Ubisoft. Luar biasanya, salah satunya mahakarya terbaik mereka yakni Origins, ditampilkan di National Geographic Museum sebagai edukasi.

NatGeo memakai gameplay dari Origins untuk memberi evaluasi sekalian pelukisan ke pengunjung berkenaan Mesir di jaman kuno. Pameran ini masih berjalan sekarang ini dan terus akan ada sampai 15 September mencatatng.

  1. Satu semesta dengan Splinter Cell

Teori berkenaan bermacam game Ubisoft yang sama-sama tersambung sudah jadi bahan percakapan gamer untuk saat yang lama. Pada Odyssey, teori ini kembali kuat dengan Splinter Cell disebut satu semesta dengan AC.

Claim ini didapat sesudah salah satunya watak sentra di Odyssey – Layla, mendapati kacamata sonar punya Sam Fisher dan menyentuh mengenai Third Echelon, sebuah organisasi di franchise Splinter Cell. Awalnya, DedSec – barisan hacker di franchise Watch Dogs, dijumpai mempunyai hubungan dengan beberapa Assassin’s.

  1. Desmond Miles mempunyai seorang anak

2012 adalah tahun di mana hidup protagonis kekinian franchise AC – Desmond Miles, usai. Namun, peninggalannya masih bersambung, dengan DNA-nya dipakai di Black Flag dan disentil seringkali di Syndicate. Walau cuman direkomendasikan lewat database, tersingkap jika Desmond mempunyai seorang anak lelaki.

Anak itu namanya Elia, yang dijumpai adalah seorang Sage – reinkarnasi dari peradaban pertama yang sempat nampak di Black Flag. Cerita Elia sendiri dapat dieksplorasi di seri komik Uprising.

  1. Semakin lebih sukses daripada FIFA

Ini kemungkinan bukan perbedaan yang ‘apple to apple’, tetapi memikat buat menyaksikan perbandingannya, ingat Assassin’s Creed dan FIFA di-launching nyaris tiap tahun. Lebih dari 100 juta game AC terjual antara tahun 2007 sampai 2015, sesaat EA perlu lebih dari 16 tahun untuk capai angka pemasaran yang serupa untuk FIFA. Angka itu terus akan makin bertambah tiap tahunnya, dengan beberapa seri baru yang di-launching dan FIFA, kelihatannya terus akan kesusahan untuk menyamakan apa lagi melebihi keberhasilan AC.

  1. Tahun dan tempat kematian watak yang serupa seperti pada dunia riil

Untuk memperkuat kesan-kesan jika franchise AC berdasar dalam riwayat, Ubisoft ambil detil riwayat dengan benar-benar tepat. Ubisoft bukan hanya tampilkan ‘cameo’ dari beberapa tokoh riwayat yang populer saja, tetapi memberi tahun dan tempat kematian yang serupa dengan bukti riwayat, untuk semuanya. Walau susah dan mengonsumsi beberapa waktu, Ubisoft menyebutkan jika ini adalah salah satunya ketentuan yang tetap mereka ‘patuhi’ saat membuat beberapa game AC.

Demikianlah info menarik berkenaan bukti-bukti aneh dan tidak tersangka dari franchise Assassin’s Creed. Dari Assassin’s Creed pertama sampai Odyssey, seri yang mana paling kamu favoritkan?